Category: Jalan jalan



      Jembatan Ampera Malam HariJalan jalan kali ini saya beserta keluarga berkunjung ke jembatan ampera kota palembang, provinsi sumatera selatan, Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.
 
      Sambil menikmati keindahannya Sayapun mencari tau beberapa informasi tentang jembatan tersebut. Jembatan ini dibangun diatas sungai Musi dengan panjang 1.177 meter, lebar 22 meter dan tinggi diatas permukaan air 11, 50 meter, dengan dana pampasan perang dari Pemerintah Jepang atas perintah Soekarno pada bulan April 1962 dan diresmikan Mei 1965.      Orang menyebutnya Jembatan AMPERA karena pemakaiannya secara resmi dilakukan pada saat masa menegakkan Orde Baru yang sebelumnya bernama Jembatan “Musi”. Jembatan AMPERA berarti jembatan Amanat Penderitaan Rakyat.

 
 
Jembatan Ampera Siang Hari      Bagian tengan jembatan ini dulu dapat diangkat dan dilalui kapal yang tingginya maksimum 44,50 meter , sedangkan bila tidak diangkat hanya 9 meter, namun pada saat ini mobilitas penduduk semakin tinggi dan jumlah kendaraan bertambah banyak serta dasar lain yang bersifat teknis maka pada tahun 1977 jembatan tersebut tidak dapat lagi dinaikkan bagian tengahnya. Pada tahun 2004 jembatan ini direnovasi.
      Bagi Teman teman yang berkunjung ke kota palembang akan terasa lebih lengkap apabila dapat mengabadikan atau  bisa berfoto di jembatan tersebut. Di pinggiran sugai juga banyak ditawarkan perahu perahu bagi yang ingin berkeliling di sungai musi.
 
Sumber, Umum

Jantur Inar


Pintu Masuk

Lokasi

Jalan jalan Saya kali ini ke lokasi air terjun yang bernama Jantur Inar, Jantur Inar terletak di Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur.
Jantur Inar memiliki ketinggian sekitar 30 meter.  Air terjunnya masih kelihatan alami dengan lumut-lumut yang menempel di batu-batu dan tumbuhan liar disekelilingnya. Tak jauh dari Jantur Inar di Kampung Dempar Kecamatan Nyuatan ternyata cukup banyak air terjun seperti Jantur Lagai, Enjam, dan Mukuuq.

Anak Tangga Menuruni Dasar Air Terjun

Aksesbilitas

Berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Sendawar. Untuk menuju lokasi Saya bersama teman teman menggunakan kendaraan roda empat, jalan ke sana sangat baik karena sudah diaspal dengan memakan waktu sekitar 1 jam.

Air terjun ini berada di kiri jalan menuju Dempar, ibukota kecamatan Nyuatan, akan nampak papan nama Jantur Inar yang terpampang dengan jelas. Kurang lebih 400 meter perjalanan dilanjutkan melalui jalan tanah hingga tiba di lokasi. Untuk sampai ke dasar air terjun ini harus turun ke bawah melewati sekitar 200 anak tangga yang berjarak 20 cm satu sama lain.

Bersama Cak Sis, Guide Kami

Legenda

Sesungguhnya kisah Inar, sebuah kisah hidup yang dirundung duka lara dan kepedihan hidup gadis muda yang harus mengakhiri hidupnya dengan terjun ke dalam air terjun yang telah mengabadikan namanya. Sewaktu Bangsa Belanda menduduki bumi pertiwi khususnya Kalimantan (Borneo), seorang Tumenggung bernama Ngaroh dengan gelar Setia Raja, memiliki 8 anak, yaitu Krongo (Kakah Lauq), Tuli (Kakah Mantiq), Tongaq (Kakah Blokoq), Kobaq (Kakah Bioroq), Teq, Main, Ukay dan Ruay. Ragetn seorang cucu sang Tumenggung dari anak sulung, Krongo, menikah dengan Kudus dan tinggal di Lamin Temula. Empat anak dilahirkan Ragetn yaitu, Ayus, Lejiu, Gunung dan Inar sebagai putri bungsu.

Setelah dewasa Inar menikah dengan seorang pemuda bernama Baras namun keduanya tidak dikaruniai anak. Sejak kecil Inar menderita penyakit barah, semacam kudis dan lemah tulang setengah lumpuh. Suatu saat sang suami mengalami kebutaan hingga tidak bisa bekerja untuk menghidupi Inar dan dirinya sendiri, akhirnya Inar harus bersusah payah untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi tidak ada satupun sanak saudaranya yang mau menghiraukan dan memperhatikan nasibnya.

Hingga pada suatu hari Inar dan Baras beristirahat di puncak sebuah air terjun yang mengalir deras setelah seharian bekerja mencari umbi keladi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari di dalam keranjang rotan (Lanjung) besar. Disaat keheningan itu Baras marah-marah dengan mengeluarkan suara yang cukup keras sambil melempar batu ke bawah jantur, karena menyesali nasib hidupnya yang hina dina. Kemarahan Baras itu dilatarbelakangi karena dia tidak bisa bekerja disebabkan kebutaan ditambah lagi isterinya Inar selalu sakit-sakitan. Tanpa berpikir panjang tiba-tiba Baras mendorong istrinya ke bawah air terjun yang cukup tinggi mencapai 60 meter disusul oleh Baras dan seketika itu juga Baras mati ditempat. Namun lain halnya dengan Inar, ia tidak mati karena ditahan oleh sebuah Pelangi yang muncul tiba-tiba dan hilang secara gaib bersama jasad Inar dan itu hingga sekarang tidak pernah ditemukan, maka sejak itu jantur di Kampung Temula Kecamatan Nyuatan diberi nama Inar atau dikenal Jantur Inar.

Jantur Inar


                 Indonesia memang terkenal kaya akan ragam dan budayanya, penduduknya terdiri dari berbagai suku yang berbeda namun dapat hidup rukun dan saling menghormati. Karena berbagai macam suku dan budaya yang berbeda tadi, maka tentunya banyak sekali peninggalan sejarah yang ada di Indonesia. Salah satu contoh nya adalah Lamin Adat.

                 Bagi penduduk yang ada di pulau Kalimantan Lamin Adat mungkin sudah tidak asing lagi, tapi bagi penduduk yang lain sepertinya akan bertanya Tanya apa itu Lamin Adat.

                 Lamin Adat adalah rumah panjang ciri khas warga Kalimantan suku Dayak khususnya yang mana fungsinya adalah hampir sama seperti rumah yaitu sebagai tempat tinggal. Tapi yang membedakan nya adalah bentuknya.

                 Lamin Adat ini berbentuk seperti barak panjang kolong yang didalamnya terdapat ruangan ruangan, mirip seperti kamar kamar. Menurut ceritanya jaman dahulu mereka tinggal bersama secara rukun dan damai di Lamin Adat tersebut. Tapi seiring perkembangan jaman keturunan mereka kebanyakan sudah tinggal di rumah rumah pribadi, dan Lamin Adat tersebut ada beberapa yang sekarang berubah menjadi tempat wisata.

                 Salah satu Lamin Adat yang pernah Saya kunjungi adalah Lamin Adat Kampung Mancong. Yang letaknya berada di Kampung mancong, kecamatan jempang Kutai barat, Kalimantan Timur. Apabila dari ibukota kalimantan timur (samarinda) perjalanannya  menempuh sekitar kurang lebih 4 jam, memang untuk menuju ke lokasi ini jalannya agak sedikit rusak.

                 Tapi bagaimanapun Lamin Adat ini adalah salah satu peninggalan budaya negeri Kita, Masih banyak Lamin Adat yang lain yang terdapat di kalimantan timur, bangga apabila dapat turut melestarikan dan mempromosikannya.

Berlibur Ke Bali


                 Liburan biasanya adalah salah satu momen yang paling ditunggu tunggu, mulai dari rencana yang tidak ke mana sampai ke ujung dunia, salah satu tempat liburan yang cukup banyak peminatnya adalah pulau bali, nah karena tempatnya jauh tentu membutuhkan perencanaan biaya yang agak teliti, salah satu hal adalah pemilihan tempat menginap, penginapan atau hotel

Pilihan Penginapan di Bali

                Berikut beberapa daftar tempat menginap di bali yang harganya lumayan murah meriah,

1. Cempaka II (Bersih & privasi) : 0361 757750 dengan Kadek
2. Ronta Bungalow (Bersih) Gg. Ronta 0361 754246. 50 m dari  monumen Bom Bali I
3. Losman Arthawan ( 0361 752913 ) – Poppies Lane II
4. Dua Dara, Poppies Lane II.
5. Segara Sadhu Inn. 0361) 759909, Jl. Poppies II Gang 1 # 3A
6. Jus Edith Bungalows 0361) 750558, Gang Ronta, Poppies Lane II
7. Gora Beach Inn – Poppies Lane 2, Banjar Pengabetan (0361 – 752578)
8. Yunna Cottage – Jl. Pantai Kuta Gg Poppies 2 (0361 – 753015)
9. Tunjung Bali Inn – Poppies Lane 2 (0361 – 762990)
10. Palm Gardens Taman Nyiur – Poppies Lane 2 (0361 – 752198)
11. Okie House – Poppies Lane 2 ( 0361- 752081)
12. Mahendra – Poppies 1 Banjar Pengabetan (0361 – 752371)
13. Puri Agung – Poppies 1 (0361 – 750054)
14. Bungalows Taman Ayu – Poppies 1 (0361 – 751855)
15. Komala Indah – Poppies 1 No. 20 (0361 – 751422)

Pilihan Hotel di Bali

                Hotel-hotel dibawah ini biasanya mempunyai fasilitas lengkap: kamar ber-AC, hot shower, kolam renang, breakfast, tempat parkir, dll

Hotel Barong (0361 751804 )
Jl. Segara Batu Bolong, Poppies Lane II
Dari Jl Pantai Kuta masuk Poppies Lane II, hotel ini terlihat megah dibandingkan dengan gedung lain sekitar 100 m dari Pantai Kuta
300-450 rb/malam

Indah Beach (0361) 753327
8 Poppies Lane II
200-350,000 rb/malam

Bali Sandy Cottages
Jl. Poppies II Gang 1
300-350 rb/malam

Hotel Restu Bali Kuta, Bali, Indonesia
Jl. Raya Legian Kuta, dekat Monumen Bom Bali, Parking Luas
Standard Room 375-450 ribu

Satriya Cottages (0361) 758331
Poppies Lane II
350-400 rb/malam

Fourteen Roses Hotel (0361) 752078
Jl Legian No. 153, dekat monumen Bom Bali, Parking luas
Standard Room 250-300 rb/malam.

Mudah mudahan bermanfaat, Selamat berlibur

Sumber http://ikman.wordpress.com